1. Tahap Preparation atau Tahap Persiapan. Dalam tahap ini, hal utama yang harus disiapkan yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri. SDM ...

Penerapan Jishuken dalam Produksi

1. Tahap Preparation atau Tahap Persiapan.

Dalam tahap ini, hal utama yang harus disiapkan yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri. SDM yang berkualitas tentunya akan mendukung proses dari project ini. SDM yang akan digunakan tentunya harus disesuaikan dengan tingkat kesulitan project yang akan dibuat.


2. Tahap Basic Training atau Tahapan Latihan Dasar.

Dalam tahap ini, para SDM yang telah terpilih tadi harus melakukan pelatihan. Mulai dari pengetahuan tentang basic mentality, sejarah mengenai TPS, penyuluhan tentang keamanan dalam bekerja, kemudian kualitas dan standarisasi, dsb. Setelah itu barulah memasuki tahap pembagian team.


3. Tahap Pembagian Team.

Setelah para peserta memahami mengenai sejarah, tata cara serta aturan-aturan yang harus dipatuhi, para peserta kemudian dibagi menjadi beberapa group atau kelompok. Yang dimana, disetiap kelompok, dipimpin oleh satu Leader Jishuken yang berasal dari luar perusahaan. Kemudian dalam satu kelompok tersebut juga terdapat Wakil Jishuken Leader, serta beberapa anggota yang berasal dari departemen itu sendiri. Setelah itu, masuk ke tahap pembuatan tema project.


4. Projects Theme.

Selanjutnya adalah proses menentukan tema apa yang akan dibuat dalam project ini. Biasanya tema yang diambil adalah tema yang menjadi salah satu bentuk implementasi dari  permasalahan yang ada di perusahaan tersebut. Setelah itu baru dilakukan observasi.


5. Tahap Observasi.

Dalam tahap ini, para peserta dituntut untuk melakukan observasi. Mulai dari standar keselamatan kerja operator dan mesin, ketersediaan standarisasi kerja, dll.


6. Gap Analisis.

Dalam tahap ini, para anggota group akan membuat laporan dari hasil observasi yang mereka buat.Laporan tersebut harus disampaikan dengan cara yang efektif dan informatif. Hasil laporan dapat berupa data hasil observasi baik yang berkaitan dengan keterbatasan informasi mengenai produk, alur proses, kedatangan truk supplier, kedatangan truk untuk konsumen dll.


7. Visualisasi.

Dalam tahap ini, hasil dari semua temuan akan divisualisasikan untuk menjelaskan permasalahan yang sedang dihadapi.


8. Standarisasi Kerja

Standarisasi kerja ini meliputi pembuatan prosedure kerja, prosedure keselamatan kerja, prosedure standard kualitas, pembuatan tabel standard kerja, dan semua element penggerak sistem yang telah di bangun, dibakukan  menjadi standard operasi bisa berupa instruksi kerja, one point letter, warning sheet ataupun prosedure sesuai kebutuhan agar sistem yang akan dijalankan bisa disosialisasikan secara tepat pada end user, bisa dikontrol secara baik dan bisa diketahui penyimpangan sekaligus kelemahan dari system tersebut sebagai sebuah peluang untuk melakukan penyempurnaan berikutnya.


9. Project Review 

Ini merupakan tahap terpenting dari kegiatan ini. Karena semua yang telah dibuat akan di sampaikan dan akan dilihat hasil akhirnya.


10. Next Project

Pada akhirnya, Team Project TPS-Jishuken  ini akan dijaga keberlanjutannya dengan target yang lebih menantang, teknik yang lebih baik , methode yang lebih edukatif serta keikutsertaan yang lebih luas , sehingga peluang  menjadi perusahaan yang excellece ( Brilliant, Inovatif, Greatness, Superior ) , menjadi terbuka , dan bermuara pada sebuah rantai industri otomotif yang sempurna .

0 comments: